RSS

Setelah Disiksa, Mahasiswa RI Dibantu KBRI

22 Jan

Gambar

JAKARTA – Rasa takut dan tertekan yang dialami kelima mahasiswa membuat mereka memutuskan untuk meninggalkan klinik pada 24 Juli 2012 tanpa sepengetahuan  Professor Chang Kyu Lee dan staff lainnya.

Mereka membawa barang-barang seperlunya dari rumah tempat mereka tinggal selama di Seoul, lalu mengadu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, pada 27 Juli 2012. KBRI Seoul menjadi tempat tinggal sementara mereka sekaligus membantu proses kepulangan mereka ke Indonesia sampai selesai. Menurut keterangan tertulis  Solidaritas FKG Moestopo Bersatu kepada Okezone, Senin (21/1/2013), mereka pulang tanpa bantuan dari pihak FKG UPDM(B).

Keluarga dari kelima mahasiswi juga langsung dihubungi. KBRI Seoul pun menghubungi Dr. Anastasia Susetyo Tri R., drg, M.Kes selaku penanggung jawab program, tetapi nomor selulernya tidak dapat tersambung.

Pada 28 Juli 2012, Koordinator Fungsi Konsuler yang didampingi staff, juga kelima mahasiswi FKG UPDM(B) mendatangi Lee Dental Hospital dan menemui Professor Lee untuk meluruskan masalah sekaligus berpamitan.

Professor Lee menyampaikan bahwa ia adalah pribadi yang keras dan berdisiplin tinggi terhadap staff dan mahasiswanya. Budaya negeri Korea Selatan memang terkenal kental dengan sikap disiplin dan pekerja kerasnya. Namun, Solidaritas FKG Moestopo Bersatu sangat menyangkan terjadinya kekerasan fisik dari seorang pendidik. Sebab, tragedi itu menimbulkan trauma bagi peserta didik.

Kontras dengan kelima peserta di atas, dua peserta lainnya yang merupakan alumni FKG UPDM(B), yaitu drg. Dhatu Anggraini Dangkeng dan drg. Farny Agnes Zulgayati mendapatkan perlakuan baik dan bersahabat saat magang di No Won Dain Dental Hospital.

Pelaksanaan magang peserta rombongan kelima di dua tempat tersebut serentak dimulai pada  17 Juni 2012, dengan durasi program selama tiga bulan. Pulangnya lima mahasiswi co-ass dan dua alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) kembali ke Indonesia menjadi rombongan terakhir dari program kerjasama tersebut.

Menurut Solidaritas FKG Moestopo Bersatu, kasus tersebut hingga kini masih belum  mendapat pertanggungjawaban dari pihak fakultas dan universitas, untuk segera menyelesaikannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 22, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: